Dosen Tadris Matematika Ikut Berkontribusi dalam Bootcamp Ekoteologi di Pasuruan
Pasuruan, — Dosen Program Studi Tadris Matematika UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (KHAS) Jember, Ahmad Yusril Fatoni, M.Pd, turut ambil bagian dalam kegiatan Bootcamp Ekoteologi yang digelar di Desa Jatiarjo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan. Kegiatan bertajuk “Workshop on Ecotheology Studies: Multidisciplinary Approaches” ini diikuti oleh para dosen dan mahasiswa lintas program studi, serta mendapat dukungan penuh dari pimpinan universitas. Kegiatan tersebut berlangsung pada 16-19 Oktober 2025
Bootcamp yang berlangsung selama beberapa hari tersebut bertujuan mengintegrasikan nilai-nilai spiritualitas, ekologi, dan pemberdayaan masyarakat. Desa Jatiarjo dipilih sebagai lokasi karena dikenal sebagai desa inovatif yang memiliki regulasi desa tentang lingkungan dan pengelolaan BUMDes yang berorientasi pada keberlanjutan.
Dalam kegiatan ini, Yusril Achmad Fatoni, M.Pd berperan sebagai peserta aktif sekaligus kontributor dalam sesi diskusi tematik tentang pendekatan multidisipliner terhadap persoalan lingkungan. Ia menulis essay dari hasil bootcamp tersebut dengan judul Menakar Iman dan Menjaga Alam melalui Harmoni Teologi dan Matematika dari Jatiarjo.
“Isu lingkungan hidup tidak bisa hanya dipahami secara teologis atau sosial saja. Diperlukan pendekatan kuantitatif agar intervensi yang dilakukan lebih terukur dan berdampak nyata. Di sinilah peran matematika hadir untuk memperkuat gerakan ekoteologi,” ujarnya.
Menurut Yusril, keikutsertaan dosen Tadris Matematika dalam kegiatan seperti ini menjadi bukti nyata bahwa bidang matematika dapat berkolaborasi dengan disiplin lain, termasuk studi keagamaan dan sosial, untuk menghadirkan solusi konkret bagi masyarakat.
Kegiatan Bootcamp Ekoteologi ini dibuka langsung oleh Rektor UIN KHAS Jember, Prof. Hepni, dan dihadiri Wakil Rektor I Prof. M. Khusna Amal. Dalam sambutannya, Prof. Hepni menegaskan pentingnya menghubungkan pengetahuan agama dengan tanggung jawab ekologis manusia sebagai khalifah di bumi.
Selain itu, Kepala Desa Jatiarjo, Moh. Hudan Dardiri, menyampaikan apresiasi kepada para peserta bootcamp karena telah membantu memperkuat kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan hidup melalui pendekatan spiritual dan ilmiah.
Melalui keterlibatannya, Yusril sapaan akrabnya, berharap pengalaman ini dapat menginspirasi mahasiswa Tadris Matematika untuk lebih peka terhadap isu-isu sosial dan lingkungan serta mampu mengaplikasikan konsep matematika dalam kehidupan nyata. ( Tim Website)




