Kuliah Tamu Prodi Tadris Matematika: "Dari Titik ke Pola — Menjelajah Geometri, Kearifan Lokal, dan Tantangan Digital"
Jember - Program Studi Tadris Matematika menyelenggarakan kegiatan Kuliah Tamu dengan tema “Dari Titik ke Pola: Menjelajah Geometri, Kearifan Lokal, dan Tantangan Digital.” Acara ini diikuti oleh mahasiswa semester 3 dan menghadirkan Eka Sulistyawati, M.Pd., dosen dari UIN Syech Wasil Kediri, sebagai narasumber utama. acara tersebut berlansung di gedung aula Perpustakaan tanggal 13 September 2025.
Kegiatan yang berlangsung penuh antusiasme ini bertujuan memperkaya wawasan mahasiswa tentang keterkaitan antara konsep geometri, nilai-nilai kearifan lokal, serta tantangan pembelajaran di era digital.
Dalam pemaparannya, Eka Sulistyawati, M.Pd. menjelaskan bahwa geometri bukan sekadar kumpulan titik, garis, dan bidang, tetapi juga menyimpan makna filosofis dan budaya yang mendalam. Salah satu kajian yang disampaikan adalah Geometri Fraktal. Ia mencontohkan pola-pola geometris yang dapat ditemukan pada batik, anyaman, dan arsitektur tradisional Nusantara sebagai representasi nyata dari penerapan geometri dalam kehidupan masyarakat.
“Melalui kearifan lokal, kita bisa mengajarkan geometri dengan cara yang lebih bermakna. Siswa tidak hanya belajar bentuk, tetapi juga belajar menghargai budaya dan identitas bangsanya,” ujarnya.
Selain itu, narasumber juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran matematika modern. di akhir kuliahnya Ia menyampaikan Quotes" Garis bagi, garis sumbu, dan garis tengah bukan sekedar konsep; ia adalah cermin dari kehidupan; Mencari titik tengah, keseimbangan dan menetukan pusat dari harmoni," pungkasnya.
Kegiatan kuliah tamu ini mendapat respon positif dari para mahasiswa semester 3. Mereka aktif berdiskusi dan mengajukan pertanyaan seputar penerapan geometri berbasis budaya serta tantangan integrasi teknologi dalam pembelajaran di sekolah.
Dalam sambutannya, Koordinator Prodi Tadris Matematika menyampaikan apresiasi kepada narasumber dan peserta.
“Kuliah tamu ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa untuk memahami matematika dari berbagai perspektif. Kita ingin calon guru Tadris Matematika tidak hanya menguasai konsep, tetapi juga mampu mengaitkannya dengan kearifan lokal dan perkembangan teknologi,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, Prodi Tadris Matematika berharap mahasiswa semakin siap menjadi pendidik yang kreatif, adaptif, dan berkarakter—mampu menghadirkan pembelajaran matematika yang kontekstual dan relevan dengan tantangan zaman (Tim website)




